BRI Targetkan Penyaluran KKB Naik 20%


PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) tahun ini menargetkan pertumbuhan kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar 20% secara tahunan (year on yearl yoy). Perseroan mematok minimal kredit yang disalurkan sebesar Rp 2,5 triliun untuk kendaraan bermotor.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan, sampai dengan Februari tahun ini, pihaknya mencatat penyaluran KKB meningkat di atas 22% (yoy). BRI optimistis tahun ini target pertumbuhan tersebut bisa dicapai.

"Tapi secara tahunan tumbuh baik di atas 22%. Tahun ini target KKB kami bisa tumbuh 20% menjadi Rp 2,5 triliun," jelas Handayani di sela acara kerja sama BRI dengan PT Astra International Tbk, di Jakarta. Selasa (27/3).

Handayani juga menyebutkan, selama dua bulan pertama tahun ini kredit konsumer sudah meningkat 18% secara tahunan. Menurut dia, pertumbuhan tersebut mayoritas ditopang oleh kredit Briguna Payroll dan kredit pemilikan rumah (KPR).

Portofolio kredit Briguna Payroll terhadap total outstancling kredit konsumer sebesar 70%. Sedangkan sisanya sebesar 30% berasal dari non-Briguna Payroll. "Terbanyak masih Briguna Payroll sekitar 70% dari total outstancling konsumer," ungkap Handayani.

Handayani mengungkapkan, untuk mencapai target penyaluran KKB, pihaknya bekerja sama dengan Astra International Honda Sales Operation untuk memfasilitasi karyawan dan nasabah BRI untuk dapat memiliki motor dengan bunga yang rendah.

Kerja sama tersebut dilatarbelakangi oleh masih tingginya permintaan pasar otomotif serta untuk memfasilitasi kebutuhan pekerja BRI terhadap kendaraan bermotor. Hingga saat ini karyawan BRI lebih dari 130.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Untuk target kredit motor ini kami harap bisa mencapai Rp 200 miliar hingga akhir tahun ini, ditambah dengan suku bunga promo," kata Handayani.

Terkait suku bunga, pihaknya memberikan bunga khusus 0,8% sebagai program kolektif, sedangkan untuk nasabah BRI diberikan bunga 0,9%. Kedua suku bunga tersebut diberikan dengan tenor maksimal lima tahun.

Dipilihnya merek Honda sebagai partner strategis karena selain kualitas produk juga karena jaringan dealer dan layanan purna jual Honda yang hampir ada di setiap unit kerja BRI berada.

"Jadi kami untuk dua segmen, karyawan dan nasabah, contohnya nasabah korporasi seperti perkebunan, Pos Indonesia, Go-Jek, dan lainnya yang mau membeli motor tidak perlu lagi datang ke dealer, tapi bisa datang ke lokasi kantor cabang BRI," papar dia.

Handayani mengatakan, suku bunga kredit konsumer tahun ini cukup sulit untuk diturunkan. Sebab, saat ini tren suku bunga mulai meningkat.

Meski demikian, perseroan tetap memiliki promo suku bunga untuk KPR, yakni fixed 7,25% untuk tiga tahun, dan fixed 8% untuk lima tahun.

[ID/M-6]

Comments