IKM Komponen Mata Rantai Industri Otomotif Nasional
Industri Kecil Menengah (IKM) komponen merupakan mata rantai dari industri otomotif nasional, demikian disampaikan Diijen IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih. Sinergi yang baik antara industri besar dengan IKM komponen otomotif akan mendorong perkembangan industri otomotif yang tentu akan pula mendorong pertumbuhan ekonomi nasional" kata Gati di Jakarta, Senin (11/12).
Gati mengatakan, kemitraan merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk pengembangan IKM, namun dalam kemitraan tersebut harus teijalin hubungan yang sinergis. Misalnya, hubungan yang saling membutuhkan, saling membantu dan menguntungkan sehingga tidak ada satu pihak yang dirugikan karena kepentingan pihak lain. "Untuk mendukung hal itu, diperlukan kemauan yang kuat dari semua pihak dan pemangku kepentingan terkait untuk bersama-sama mendorong IKM yang memiliki potensi untuk dikembangkan," ujar Gati.
Sebelumnya, Kemenperin telah melaksanakan kegiatan link and match antara IKM dengan Industri Besar pada 26* Januari 2017 dan kegiatan link and match Komponen Otomotif dengan Tier 1 yang telah menghasilkan beberapa kesuksesan temu bisnis.
Beberapa di antaranya yakni PT Dharma Polimetal bermitra dengan 2 IKM dari Tegal yakni PT Gaya Teknik Logam dan PT FNF Metalindo.
Kemudian, PT Polytron dengan 1 IKM dari Tegal yakni PT Gemilang Lestari Tekindo. Terakhir, PT Berdikari Metal Engineering dengan dari Tegal yakni PT Gaya Teknik Logam, PT FNF Metalindo PT Mira Fix Manufactur, dan UD. Berkah. Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara IKM dengan industri besar yang telah meraih kesuksesan temu bisnis tersebut.
Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Endang Suwartini berharap atas terlaks anaknya kegiatan ini akan terjalinnya komunikasi antara pelaku usaha IKM dengan sup-plier APM, terbukanya akses pasar bagi produk IKM di industri otomotif dalam negeri.
"Selain itu juga menjadi sarana pertukaran informasi mengenai teknologi permesinan, peningkatan kemampuan SDM, manajemen mutu maupun peluang pasar. Serta terjalinnya kemitraan yang saling menguntungkan antara IKM dan supplier APM," tukasnya.
Kementerian Perindustrian mempertemukan 70 industri kecil menengah komponen otomotif yang berasal dari sentra-sentra IKM di Pulau Jawa untuk bertemu dengan pemasok komponen otomotif Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia.
Kegiatan tersebut merupakan program untuk menghubungkan dan menyesuaikan (link and match) antara IKM komponen dan pemasok APM sehingga mampu bersinergi.
"Dalam kemitraan ini IKM dapat memperolah kepastian pasar, kepastian pasokan bahan baku, serta mengharuskan IKM melakukan perbaikan kualitas dan kuantitas," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam kegiatan tersebut di Jakarta.
Selain itu, IKM juga diharuskan memperbaiki sistem manajemen, peningkatan Sumber Daya Manusian (SDM), akses informasi, teknologi, perizinan dan hal lain sesuai dengan permintaan APM.
Saat ini, terdapat 416 sentra IKM komponen otomotif yang tersebar di Kabupaten Tegal, Kabupaten Klaten, Purbalingga, Sidoarjo, Juwana, Pasuruan, Sukabumi dan Bandung.
Sementara terdapat 123 IKM komponen yang tergabung dalam Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO).
Menurut Airlangga, perkembangan industri otomotif nasional saat ini berada pada angka positif, yang terlihat dari data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gai-kindo) untuk kendaraan roda empat, penjualan mobil pada Januari hingga Agustus 2017 mencapai 715.291 unit. Angka ini meningkat sebesar 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu 690.200 unit.
Sementara itu, menurut Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor nasional pada September 2017 sebesar 546.607 unit yang relatif stabil dari tahun sebelumnya. Pada acara tersebut, terdapat 30 pemasok APM yang diundang, di mana beberapa di antaranya menggelar pameran untuk memperlihatkan produk-produk komponen otomotif yang potensial untuk disuplai oleh IKM.
Beberapa pemasok APM tersebut yakni PT Toyota Motor Manufacturinh Indonesia, Astra Daihatsu Motor dan Astra Honda Motor.

Comments
Post a Comment