UNTUK melindungi konsumen agar tidak menjadi korban pemalsuan pelumas, PT Shell Indonesia memperkenalkan inovasi yang diberi nama teknologi jam jar. Teknologi itu berupa segel inovatif yang diciptakan Shell untuk mempermudah konsumen memastikan keaslian produk pelumas Shell yang mereka beli.
Menurut data yang dirilis Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), kerugian ekonomi yang ditimbulkan pemalsuan pada 2010 mencapai Rp43,2 triliun. Data ini diperoleh dari 12 responden industri hanya di Jakarta dan Surabaya. Namun, pada 2014 kerugian ekonomi meningkat menjadi Rp65,1 triliun. Padahal, data yang diambil hanya dari tujuh responden industri di Jakarta dan Surabaya.
Artinya, terjadi peningkatan kerugian yang signifi kan terkait dengan pemalsuan. Ketua MIAP Justisiari P Kusumah menjelaskan sampel tersebut tidak menyertakan industri otomotif. “Bisa kita bayangkan jika pemalsuan di industri otomotif kami sertakan, pasti akan lebih besar lagi angka kerugian yang tertera,” ungkap Justisiari di Shell Lubricants Oil Blending Plant (LOBP) Marunda, Bekasi, Rabu (18/10).
Direktur Pelumas PT Shell Indonesia Dian Andyasuri menambahkan, kendaraan yang memakai pelumas palsu akan membuat biaya pemeliharaan kendaraan menjadi sangat tinggi akibat kerusakan yang ditimbulkan

Comments
Post a Comment