Mahasiswa yang cerdas dalam mengelola keuangan

Mahasiswa yang cerdas dalam mengelola keuangan

Menjadi mahasiswa, selain harus berpikir kritis terhadap setiap masalah, juga harus berpikir cerdas dalam melakukan semua hal, termasuk mengatur keuangan. Sayangnya, banyak mahasiswa yang belum menyadari betapa pentingnya pengelolaan keuangan yang tepat sedini mungkin.

salah  satu cara menjadi mahasiswa yang cerdas dalam mengelola keuangan adalah dengan mulai melakukan Investasi pada Instrumen-instrumen investasi yang telah tersedia, seperli saham. obligasi, dan reksa dana.

Saat ini banyak mahasiswa yang belum mengenal dunia investasi. Banyak mahasiswa yang masih menyimpan uang jajan atau menabung sisihan dari penghasilannya di bank. Meski menabung memang penting. namun kegiatan tersebut sebenarnya belum efektif dan produktif untuk membuat uang lierkemliang.


Lantas, bagaimana uang yang hanya disimpan bisa dikatakan menjadi efektif dan produktif? Salah satu caranya adalah dengan ditempatkan pada Instru-mcn-inslrumcn investasi atau dengan kata lain, 'berinvestasi".


Akbar Aldl Pradana. Inves-tment Speciallst PT Danarek-sa Investment Management, mengatakan bahwa menabung
dan lerinveslasl adalah sama-sama penting. "Menabung dapat dijadikan langkah awal untuk berinvestasi." ujarnya saat bicara dalam sebuah seminar dl Jakarta. pekan lalu.


Maka dari itu. Akbiir pun memberikan tips-tips untuk para mahasiswa, termasuk mengingatkan bahwa berinvestasi haruslah dilakukan sedini mungkin. Waktu yang tepat untuk mulai berinvestasi adalah saat Ini Juga, sebab n Hal sualu aset investasi cenderung akan mengalami kenaikan di masa mendatang. Imbal hasil Investasi yang aman adalah Imbal hasil yang bisa mengalahkan tingkat inflasi. Berinvestasi adalah |>erlu untuk dilakukan agar aset tidak tergerus oleh Inflasi." Imhuhnya.


Akbar Juga berbagi tips untuk menyisihkan pendapatan atau uang yang kita miliki minimal 20 persen saja. "Dengan perencanaan Investasi yang tepat kita dapat mewujudkan target maupun impian-impian dl masa mendatang seperti ingin tertebas dari keija
kantoran dl usia 40-an misalnya, dan ingin menjajal dunia usaha dengan modal yang telah dihasilkan dari berinvestasi selama Ini.' kalanya Hal tersebut senada dengan nasihat Warrcn Buflct. "Kita duduk di bawah pohon yang rindang dan teduh saat lnl. karena ada yang menanam pohon lnl dari benih di masa lalu."


Akbiir pun mengatakan produk reksa dana dapat menjadi salah satu pilihan dalam berinvestasi. Sebab reksa dana merupakan produk investasi dengan tingkat risiko yang terukur. Berbagai Jenis reksa dana yang tersedia dengan tingkat risiko investasi yang berbeda-beda, dapat dipilih dan disesuaikan dengan profil risiko dari masing-masing Investor ataupun calon Investor.


Bagi calon Investor dengan toleransi risiko yang kecil d memulai berinvestasi pada reksa dana Jenis pasar uang. Sebab reksa dana pasar uang memiliki risiko investasi paling kecil dibandingkan jenis reksa dana lainnya serta dajwt memlerikan imbal hasil investasi yang cenderung stabil.

Pada saat yang sama. Kepala Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solihin juga mengatakan bahwa reksa dana dapat menjadi alternatif Investasi ketika kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk memantau perkembangan investasi kita.

"Jika berinvestasi pada saham. Anda harus memiliki dana dan waktu yang cukup, serta memiliki kemampuan menganalisis dan Juga keahlian untuk mengevaluasi perkembangan Investasi. Sedangkan berinvestasi pada reksa dana. 

Anda tinggal menempatkan dana dan menyerahkan kineija produk investasi tersebut pada manajer Investasi yang memang telah berpengalaman dalam bidangnya mengelola reksa dana." jelasnya saat berbicara dalam acara Bareksa Goes to Campus with PT Danareksa ln vestment Managemcnt.(KonUui/Umi Kuis u m)

Comments